BluXpit menaklukan Hutan Wanagama

BluXpit menaklukan Hutan Wanagama
April 07 13:37 2015 Print This Article

Akhirnya acara Gowes BluXpit ke Wanagama sukses mendatangkan puluhan peserta bersama keluarganya. Mereka berangkat bersamaan dalam dua kelompok besar. Hari pertama acaranya gowes lengkap, mulai dari jurit malam sampai acara puncak di Minggu paginya. Kelompok ke dua berangkat pada Minggu subuh dan hanya ikut acara puncak BluXpit menaklukkan Hutan Wanagama. Salah satu peserta bahkan berangkat sebelum subuh agar bisa bergabung dengan kelompok pertama yang sudah menginap di Wisma Cendana Wanagama, sedangkan peserta lainnya berangkat lebih siang karena langsung loading dan kumpul semua peserta pada jam 07.00 wib.

Naik MTB menyusuri hutan wisata Wanagama Jogja pernah dilakukan oleh kelompok S3Gama pada beberapa tahun lalu. Itulah sebuah pengalaman yang sangat menarik dan menggetarkan kaki, karena sepeda langsung dikayuh dari Jogja menuju lokasi hutan Wanagama. Rute kali ini sengaja dipilih dua model, yaitu model kelas berat dan model kelas ringan atau semi offroad. Rute semi offroad yang dilalui ternyata penuh dengan lumpur, batu licin dan tanjakan serta turunan yang menciutkan nyali goweser pemula. Jarak tempuh antara rute offroad ekstrem dan semi offroad ternyata hampir sama beratnya, bedanya untuk offroad ekstreem dilewatkan lokasi yang full lumpur, tetapi kalau soal tanjakan berbatu dan licin, kedua rute ini bioleh dikata cukup berimbang.

Inilah Gowes Wanagama yang berbeda dibanding gowes Wanagama sebelumnya. Dari sekian banyak gowes yang dikoordinir oleh panitia Wanagama, maka ini adalah gowes ke dua yang langsung digowes dari Jogja menempuh perjalanan sekitar 35 km “onroad” dan dilanjut dengan “offroad” sekitar 15 km. Beberapa keluarga terlihat mengajak pasukan komplit dan panitia sudah menyediakan bkegiatan bagi mereka yang tidak ikut gowes. Mereka diajak untuk menikmati suasana wisata hutan Wanagama, sementara anak-anak yang tetap berniat ikut gowes dipilihkan rute yang lebih “ramah” (semi offroad).

Dimas, salah satu peserta yang ikut jalur “ramah” tersebut sempat berkata padaku,”Yang ramah saja seperti ini, kalau yang berlumpur kayak apa ya beratnya ?”

Aku tertawa dan mengacungkan jempol padanya.

“Dimas luar biasa, jalur ini termasuk jalur berat bagi pesepeda biasa dan Dimas sudah menjalaninya dengan tetap penuh senyum. Hebat !”

Pengalaman pernah jatuh saat jalan menurun membuatku makin keder menjalani rute ini. Di sisi kanan jalan adalah jurang yang cukup dalam dan bila terpeleset bisa dipastikan mandi di sungai yang keruh airnya karena banjir. Sayangnya rute ini begitu menantang, sehingga predikatku sebagai anggota tim defender sedikit terlupakan. Asyiknya rute Hutan Wanagama ini membuat adrenalin terbangkit dan sesekali tidak bisa kutahan untuk menyalip teman-teman yang mogok di jalan.

Sepeda Yudi Aning yang kupinjam pakai

Sepeda Yudi Aning yang kupinjam pakai

Tonjolan batu-batu mangga yang cukup licin serta berlumpur memang membuat ban selip atau ban macet terperosok lumpur, sehingga beberapa goweser harus nuntun untuk mencapai tanjakan yang cukup curam meskipun pendek. Disinilah adrenalin terpacu, melihat tanjakan di depanku, aku merasa mampu dan terus mengayuh sepeda melewatinya. Begitu berhasil melewati, aku jadi tersadar, seharusnya aku ikut nuntun saja seperti yang lain. Toh menuntun di rute ini bukan sesuatu yang haram !

Nanjak, berbatu dan licin di Hutan Wanagama

Nanjak, berbatu dan licin di Hutan Wanagama

Kulihat beberapa teman yang memang goweser asli sudah mulai menyusul dan jarak yang tadinya terpisah jauh di antara masing-masing goweser, makin lama makin merapat. Akhirnya, menjelang sampai ke lokasi start, akupun mengikuti pola gowes kebanyakan teman-temanku. Nuntun terus sampai yang di depanku gowes lagi.

Kulihat jarak yang sudah kutempuh dan kulihat juga peta di Endomondo, lokasi start ternyata sudah di depan mata, jadi akupun berdua dengan seorang goweser nongkrong saja di jalan menunggu goweser lainnya yang sebentar lagi pasti menyusul.

Terdengar suara hiruk pikuk teman-teman goweser yang lain di belakangku dan akupun siap-siap gowes lagi. Inilah saatnya gowes lagi ramai-ramai, toh sudah tinggal beberapa ratus meter lagi. Ya ampuun ……… ternyata sebuah mobil pick-up melaju cepat dan penuh dengan sepeda serta penunggangnya.

Aku terpaksa meminggirkan sepeda dan membiarkan mereka melewatiku. Kulihat di belakang pick-up bermunculan beberapa goweser yang masih tetap setia mengayuh sepeda mereka dan akhirnya hanya beberapa kayuhan kemudian sampailah aku di lokasi finish/start.

Pengalaman yang mendebarkan dan mencenggangkan bagiku. Beda aromanya dibanding gowes Surabaya Malang via jalan aspal mulus. Yang capek malah tangan, padahal acaranya adalah acara mengayuh sepeda. Inilah gowes Go Freen yang penuh sensasi hijau.

Wanagama Go Green

Wanagama Go Green

Yang membuat Gowes Wanagama ini sangat berkesan adalah munculnya beberapa Srikandi perkasa dalam komunitas BluXpit ini. Mereka begitu bersemangat melahap semua rute, meskipun ada beberapa yang akhirnya naik pick-up. Ada yang sepanjang jalan bernyanyi lagu-lagu tembang kenangan dan ada juga yang selalu di depan dengan sepeda ban tipisnya.

Acara narsis di air terjun juga cukup membuatku ingin mencobanya. Kuangkat sepeda MTB dan berpose dengan penuh semangat, seperti yang dilakukan para goweser MTB yang kukenal. Ternyata poto narsisku langsung turun nilainya, karena beberapa Srikandi juga sanggup melakukan hal yang sama denganku.

Srikandi angkat sepeda MTB di hutan Wanagama

Srikandi angkat sepeda MTB di hutan Wanagama

Berdasar catatan dari Strava, rute ini memang sangat pendek, tetapi kok sampai mandi keringat seperti ini ya ? Kapok deh gowes di rute ini ! Kapok lombok tepatnya :-)

  Article "tagged" as:
  Categories:
view more articles

About Article Author

Eko eshape
Eko eshape

View More Articles