Blusukan ke Grojogan Tuwondo

by Yuda Putra | 22/05/2015 4:27 pm

Penasaran karena melihat foto-foto teman gowes di Grojogan yang terlihat indah ini, akhirnya saya merencanakan gowes ke Grojogan Tuwondo. Lokasi Grojogan ini ada di daerah Pleret Bantul yang hanya 7 km dari Ringroad Selatan,

Karena gowes blusukan saya menggunakan MTB. Titik kumpul kami di Titik Nol Malioboro. Sampai di Patung Gajah sudah ada Prof Nizam yang telah datang lebih awal. Selanjutnya muncul Pak Pambuka Adi. Tiba-tiba gerimis berlanjut dengan hujan yang cukup lumayan. Akhirnya kami berteduh di emperan Bank BNI, sambil menikmati kopi hangat yang dijual penjaja minuman.

Setelah agak reda, kami melanjutkan perjalanan ke Grojogan Tuwondo. Rute kami melalui Jalan Imogiri Barat kemudian ada pertigaan arah Pleret kami ke timur. Setelah jembatan kami berbelok ke selatan jalan desa. Ternyata menuju lokasi jalan berupa jalan semen.

Di lokasi grojogan sudah ada tempat orang berjualan dan penitipan kendaraan. Saat kami datang masih sepi dan belum ada yang jaga. Kami kemudian melalui jalan setapak yang terkadang harus kami gotong sepeda. Kami berjalan sekitar 300 meter dan menemukan Grojogan yang indah dan bertingkat. Beruntung saat kami datang debit air cukup lumayan. Berdasarkan informasi terkadang di saat kering Grojogan Tuwondo tidak ada air nya.

Saya, Prof Nizam dan Pak Adi memuaskan diri untuk berfoto-foto. Bahkan Prof Nizam sampai memanjat ke atas Grojogan. Biar bisa berfoto dengan sepeda maka sepeda pun kita gotong dibawah grojogan. Kalau kita suka fotografi, grojogan ini sangat bagus kalau di foto dengan slow speed.

Setelah puas, kami melanjutkan untuk pulang. Namun ketika turun di pertigaan dekat situ ada tulisan Puncak Bucu. Karena penasaran kami putuskan untuk melihat seperti apa puncak Bucu. Ternyata, di luar dugaan. Jalur Puncak Bucu sangat menanjak. Dipersulit dengan jalan semen kanan kiri. Ditengahnya jalan kadang batu-batuan.

Terpaksa di beberapa bagian saya harus menuntun karena resiko takut jatuh karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak. Kita pun harus extra hati-hati karena beberapa jalan berlumut. Akhirnya dengan penuh perjuangan kami sampai di Puncak Bucu. Sayangnya di atas tidak ada lokasi khusus untuk beristrirahat. Selain itu juga belum ada tempat khusus untuk mengambil spot foto. Namun dari kejauhan kami melihat sebuah air terjun yang sangat tinggi di bukit seberang. Wah sepertinya itu bisa jadi next destionation kami.

Meskipun tidak jauh dari Jogja, perjalanan ini cukup seru dan kami menemukan tempat gowes yang masih alami. Tidak lupa pulangnya kami menikmati Sate legendaris di Imogiri, yaitu Sate Pak Pong. Ini pertama kalinya makan di Sate Klathak yang cukup terkenal di imogiri.

Endnotes:
  1. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_01/
  2. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_1/
  3. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_4/
  4. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_6-2/
  5. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_10/
  6. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_14/
  7. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_15/
  8. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/tuwondo_31/
  9. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/yuda_tuwondo4/
  10. [Image]: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/yuda_tuwondo5/

Source URL: http://bluxpit.com/2015/05/blusukan-ke-grojogan-tuwondo/